Binsar-coRp: MATERI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)
preload

1. UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

a.        Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
1)   Tentang Istilah
Pasal 1
Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan :
(1)      Tempat kerja, ialah tiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap, di mana tenaga kerja bekerja atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk suatu keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya sebagai mana terperinci pada pasal 2, termasuk tempat kerja semua ruangan, lapangan, halaman dan sekelilingnya yang merupakan bagian atau yang berhubungan dengan tempat kerja tersebut.
(2)      Pengurus ialah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung suatu tempat kerja atau bagian yang berdiri.
(3)      Pengusaha ialah :
a)      Orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya  dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja.
b)      Orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja.
c)       Orang atau badan hukum yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada a) dan b), jikalau yang diwakili berkedudukan di luar Indonesia.
(4)      Direktur ialah pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk melaksanakan undang-undang ini.
(5)      Pegawai Pengawas, ialah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja.
(6)      Ahli keselamatan kerja, ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk  oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya undang-undang ini.

         Syarat-syarat Keselamatan Kerja
                   Pasal 3
(1)      Dengan peraturan perundang-undangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk :
a)        Mencegah dan mengurangi kecelakaan. 
b)        Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran.
c)Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan
d)        Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya.
e)        Memberi pertolongan pada kecelakaan
f)          Memberi alat perlindungan diri kepada para pekerja.
g)        Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca sinar atau radiasi, suara dan getaran.
h)        Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik fisik maupun phychis, peracunan, infeksi dan penularan.
i)          Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai.
j)          Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik.
k)        Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup.
l)          Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban.
m)      Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya .
n)        Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang.
o)        Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan
p)        Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang.
q)        Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya.
r)          Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.
(2)      Dengan peraturan perundangan dapat diubah perincian seperti tersebut pada ayat (1) sesuai  dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknik dan teknologi serta pendapat baru di kemudian  hari.

6)  Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja
                Pasal 12
(1)      Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai dan atau ahli keselamatan kerja.
(2)      Memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan.
(3)      Memenuhi dan mentaati semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan
(4)      Meminta kepada pengurus agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan.
(5)      Menyertakan keberatan kerja pada pekerja dimana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas yang masih dapat dipertanggungjawabkan.



7)    Kewajiban bila memasuki tempat kerja.
Pasal 13
          Barang siapa akan memasuki sesuatu tempat kerja, diwajibkan menaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan.

8)         Kewajiban Pengurus
                  Pasal 14.
                  Pengurus  diwajibkan :
(1)      Secara tertulis menempatkan di tempat kerja yang dipimpinnya semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan, undang-undang ini dan semua peraturan pelaksanaannya  yang berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan, pada tempat yang mudah dilihat dan dibaca dan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja.
(2)      Memasang di tempat kerja yang dipimpinnya, semua gambar keselamatan kerja diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya, pada tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja.
(3)      Menyediakan secara cuma-cuma semua alat perlindungan diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut, disertai petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pengawas  atau ahli keselamatan kerja.

b.            Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 03/MEN/98 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan

1)   Tata Cara Pelaporan Kecelakaan
Pasal 2
(1)    Pengurus atau pengusaha wajib melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja dipimpinnya.
(2)    Kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari :
a)   Kecelakaan Kerja;
b)   Kebakaran atau peledakan atau bahaya pembuangan limbah;
c)    Kejadian berbahaya lainnya.

2)  Ketentuan Penutup
  Pasal 14
Dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri ini, maka formulir bentuk 3 KK2 dalam Peraturan Menteri No. PER-04/MEN/1993 dan Peraturan Menteri No. PER-05/MEN/1993 dinyatakan tidak berlaku.

c.             Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
1)   Ketentuan Umum
Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan :
(1)            Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya disebut Sistem Manajemen K3 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumberdaya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan  kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan krja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif;
(2)            Tempat kerja adalah setiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap,  di mana tenaga kerja bekerja, atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara yang berada di dalam wilayah kekuasaan  hokum Republik Indonesia;
(3)            Audit adalah pemeriksaan secara sistematik dan independen, untuk menentukan suatu kegiatan dan hasil-hasil yang berkaitan sesuai dengan pengaturan yang direncanakan, dan dilaksanakan secara efektif dan cocok untuk mencapai kebijakan dan tujuan perusahaan;
(4)            Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang mempekerjakan pekerja dengan tujuan mencari laba atau tidak, baik milik swasta maupun milik negara;
(5)            Direktur ialah pejabat sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang No. 1 Tahun 1970;
(6)            Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan adalah pegawai teknik berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri;
(7)            Pengusaha adalah :   
a)      Orang atau badan hukum yang  menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mepergunakan tempat kerja;
b)      Orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri   menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mepergunakan tempat kerja;
c)Orang atau badan hukum yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada huruf a) dan b), jika kalau  yang diwakili berkedudukan di luar Indonesia.
(8)            Pengurus adalah orang yang mempunyai tugas memimpin langsung tempat kerja atau lapangan yang berdiri sendiri;
(9)             Tenaga kerja adalah tiap orang yang mampu melakukan pekerjaan, baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat;
(10)         Laporan Audit adalah hasil audit yang dilakukan oleh Badan Audit yang berisi fakta yang ditemukan pada saat pelaksanaan audit di tempat kerja sebagai dasar untuk menerbitkan sertifikat pencapaian kinerja Sistem Manajemen K3;
(11)          Sertifikat adalah bukti pengakuan tingkat pemenuhan penerapan peraturan perundangan Sistem Manajemen K3;
(12)          Menteri adalah Menteri yang bertanggung jawab dalam bidang ketenagakerjaan.


2)  Tujuan dan Sasaran Sistem Manajemen K3
Pasal 2
Tujuan dan sasaran Sistem Manajemen K3 adalah menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja, serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

3)  Penerapan Sistem Manajemen K3
Pasal 3
(1)       Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak seratus orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan Sistem Manajemen K3.

2.BAHAYA TEMPAT KERJA

a. Jenis-jenis Bahaya

1) Bahaya Fisik

Bahaya fisik termasuk sesuatu yang mungkin secara langsung dapat membuat cedera. Jenis bahaya ini termasuk  :
·            Gerakan bagian peralatan seperti mesin bubut atau sabuk konveyor.
·            Bising, getaran, pencahayaan, debu, tekanan udara.
·            Penanganan manual dan pengangkatan.  
2) Bahaya bahan kimia
Hal ini dapat disebabkan oleh :
·         Gas, Asap, Cairan, dan zat berbahaya lainnya.
3) Bahaya Ergonomi
'Ergonomi' adalah melakukan sesuatu untuk digunakan dengan cara yang tepat dan mudah. Bahaya ergonomi terjadi jika desain peralatan yang buruk atau tata letak peralatan yang tidak tepat, sebab dapat menyebabkan cedera.

4) Bahaya Radiasi
Bahaya radiasi dapat ditimbulkan oleh berbagai peralatan :
·            Radiasi microwave (gelombang mikro) pergeseran radio transmitter berdaya tinggi atau kesalahan pemanas microwave.
·            Cahaya laser berdaya tinggi
·            Pemanas infra-red berdaya tinggi
·            Sinar gamma dari zat radio aktif
·            Radiasi ultra-violet dari matahari.
5) Bahaya Psikologi
Bahaya psikologi terjadi jika orang-orang tertekan (stress) atau tidak senang pada pekerjaan.
 6) Bahaya Biologi
Bahaya biologi dapat menyebabkan sakit dan menularkan infeksi dari kuman, dan lain sebagainya
b. Prinsip Pencegahan atau Pengontrolan Bahaya 
Walaupun setiap bahaya punya perlakuan secara individu, ada beberapa prinsip yang seharusnya diingat :
·   Dimana mungkin eliminir bahaya
Untuk contoh, hentikan penggunaan bahan kimia yang berbahaya. Mengeliminir bahaya seharusnya selalu menjadi tujuan pertama dalam membuat tempat kerja yang aman.
·   Jika anda tidak bisa mengeliminir bahaya, cari cara yang aman untuk mengerjakannya.
Ini dapat berarti pengontrolan dalam beberapa cara, untuk contoh; tutup kebisingan mesin dengan kotak penyekat, atau pastikan keefektifan pengaman yang ditempatkan disekitar bagian mesin yang bergerak.
Itu dapat juga berarti keamanan proses atau bahan, seperti pemindahan bahan untuk mesin lebik baik dengan motorisasi konveyor dibandingkan dengan tangan, atau penggantian bahan kimia yang berbahaya dengan bahan yang aman.
Dalam semua situasi anda seharusnya memastikan hal berikut :
·   Prosedur dan sistim kerja yang aman
Ini dapat termasuk :
- Melatih dan mensupervisi pekerja.
- Mempunyai surat izin melakukan pekerjaan yang ditetapkan.
- Melakukan rotasi pekerjaan.
- Tatalaksana yang baik  (lihat Topik 3).

·   Gunakan peralatan dan pakaian pelindung
Alat keselamatan seperti kaca mata debu, masker,  sarung tangan, pelindung telinga,  dan alat pernafasan seharusnya digunakan dengan tepat. Pakaian kerja harus aman dan nyaman bekerja dekat mesin yang berputar, rambut panjang harus diatur dengan pengikat rambut atau pakai topi.

c. Bahaya dan Pencegahan / Pengontrolan
1)  Pengaturan  kerja
Cara kerja yang tidak teratur dapat menimbulkan masalah keselamatan. Contohnya pekerjaan berulang, kerja berpindah-pindah dan selalu lembur, bisa membuat rasa tertekan (stress) pekerja. Peralatan, area kerja, perabot dan benda-benda yang tidak sesuai dengan keperluan pekerja dan pekerjaan, juga dapat menyebabkan pekerja merasa tertekan (stress) dan risiko bisa terjadi.
Rancang kembali pekerjaan dan sistim kerja ;
·   Berikan pekerja keterampilan baru
·   Lindungi pekerja dari tekanan (stress) dan risiko celaka
·   Tingkatkan efesiensi
·   Kembangkan prosedur keselamatan secara menyeluruh
Pengaturan kerja dapat ditingkatkan dengan cara berikut :
·         Pekerja seharusnya mempunyai variasi tugas untuk melakukan pekerjaan.
·         Pekerjaan seharusnya dirotasi.
·         Beban kerja yang berat seharusnya dikurangi.
·         Dimana beban kerja ringan, pekerja seharusnya diberikan pekerjaan lain untuk dikerjakan.
·         Tetapkan istirahat atau lakukan istirahat yang seharusnya.
·       Pekerja seharusnya punya pendapat tentang bagaimana pekerjaan mereka dilaksanakan.
·         Permesinan, alat potong dan perlengkapan seharusnya di rancang atau dimodifikasi, atau disesuaikan  dengan pekerja dan pekerjaan.

 2) Gerakan  m e s i n
Gerakan bagian mesin dapat berbahaya. Bahaya yang disebabkan oleh mesin dapat dicegah atau dikontrol dengan cara berikut :
·         Pengaman harus dirancang sepantasnya, terjaga pada tempatnya dan berfungsi.
·         Ketika menggunakan mesin, pekerja seharusnya memakai pakaian kerja yang aman (seperti lengan pendek), dan semua perhiasan harus dilepas. Rambut panjang diatur pakai pengikat rambut dan PPE (personal protective equipment) dipakai dimana perlu.
·         Mesin seharusnya tidak digunakan jika bermasalah.
·         Sekitar area kerja mesin seharusnya punya penerangan yang baik dan terjaga kebersihan serta bebas sampah/kotoran.

3) Pengaruh kebisingan
Kebisingan yang terlalu keras, terlalu tinggi atau terdengar terlalu sering dapat merusak pendengaran pekerja. Batas normal pendengaran manusia untuk tingkat kebisingan adalah ± 80 – 90 desibel. Sebagai perbandingan tingkat kebisingan dapat dilihat pada topik 4 (Polusi pada Industri)
Mengapa kebisingan berbahaya :
·         Dapat membuat pekerja kehilangan beberapa atau semua pendengaran.
·         Kebisingan atau kehilangan pendengaran dapat membuat pekerja susah berkonsentrasi; ini dapat menyebabkan kecelakaan.
·         Pekerja dengan kehilangan pendengaran mungkin tidak sadar mendekati bahaya.
·         Kebisingan atau kehilangan pendengaran dapat menyebabkan kelelahan, sakit kepala dan stress.
Bagaimana bahaya dapat dicegah atau dikontrol :
·         Pemberi kerja dapat mengurangi kebisingan di pabrik yaitu meletakan mesin dalam kotak peredam suara atau dibelakang pelindung suara untuk menghentikan penyebaran kebisingan.
·         Mesin dirancang dengan tingkat kebisingan sesuai standar kebisingan normal.
·         Alat ukur yang menyatakan batas kebisingan dapat ditempatkan pada area kerja atau dibawa oleh pekerja.
·         Pekerja sewaktu-waktu dapat mengambil jarak dari pekerjaan sehingga mereka tidak kontak dengan kebisingan sepanjang waktu.
·         Pekerja harus memakai pelindung telinga atau penutup (ear plugs). Pelindung telinga atau ear plugs harus dalam kondisi baik dan diperiksa secara tetap untuk pemakaian dan perawatan. Pelindung itu harus dibersihkan atau diganti sesuai dengan jenis dan cara perawatannya (Pelindung dari busa dapat dicuci dan diganti perminggu, sedangkan dari karet cukup dibersihkan setiap akan atau setelah dipakai).
·         Pendengaran pekerja seharusnya diperiksa atau diuji secara tetap.

4) Penanganan manual
Bilamana secara fisik pekerja memindahkan sesuatu,  maka disebut sedang melakukan penanganan manual
Mengapa penanganan manual dapat berbahaya :
·         Punggung, terutama bagian bawah dapat cedera
·         Persendian dan urat tendon pada kaki, lengan dan punggung dapat tertarik tegang (keseleo)
·         Sambungan pada lutut, pergelangan kaki, pergelangan tangan, siku dan bahu dapat terjadi peradangan.
·         Syaraf bisa rusak
·         Tulang bisa patah
·         Nyeri otot dan tegang dapat terjadi
·         Dapat menyebabkan hernia (perut turun)
·         Jantung dan pernafasan dapat menjadi buruk
·         Kelelahan dari kerja fisik dapat menyebabkan kecelakaan.
Penyebab utama cedera dari kejadian penanganan manual adalah : Kelebihan penggunaan tenaga, pengulangan tindakan, sikap badan jelek dan penggunaan perabot dan bangku yang salah ketinggian atau rancangan.
(Lebih jelasnya posisi atau cara pengangkatan manual yang benar, lihat Paket  Pembelajaran dan Penilaian Penanganan Material )

5) Reaksi bahan kimia
Bahan kimia dapat berbentuk padat, cairan atau gas. Peraturan Barang-barang Berbahaya (Gudang dan Penanganan), 1989, menjelaskan bagaimana tingkatan dari bahan kimia diketahui sebagai klasifikasi 'Barang Berbahaya'. Penggolongan  barang berbahaya termasuk :
·         Racun
·         Gas
·         Cairan mudah terbakar
Bahan kimia digunakan secara luas pada industri sehingga penting untuk mengetahui cara penanganan yang aman dan penggunaan semua bahan kimia. Risiko untuk pekerja dengan penggunaan bahan kimia dapat ditentukan oleh bagaimana bahan kimia digunakan, seberapa sering digunakan dan dalam kondisi bagaimana digunakan.
Pada tempat kerja seharusnya tersedia daftar bahan kimia, yang berisikan semua bahan kimia, dimana bahan tersebut disimpan dan digunakan. Informasi tentang kandungan bahan kimia ada pada lembaran data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS).
(Contoh MSDS dapat dilihat pada  Paket  Pembelajaran dan Penilaian Penanganan Material)
Lembaran ini berisikan keterangan sebagai berikut :
·         Apa zat yang dikandung.
·         Informasi tentang bagaimana zat tersebut dapat berbahaya
·         Tindakan pengamanan untuk penggunaannya.
·         Informasi tentang penangan zat tersebut secara aman.
Ada personal tertentu atau pembimbing ditempat kerja yang memanfaatkan MSDS, tetapi semua pekerja dapat melihatnya dan seharusnya mengetahui maksudnya. Pada tempat kerja, pekerja dapat mengamati MSDS di pusat kesehatan atau minta supervisor area kerja untuk memperlihatkannya. Setiap penggunaan bahan kimia, supervisor atau ahli K3 seharusnya memberikan penjelasan sebelum digunakan. 
Undang-undang dan Kode Praktik membicarakan tentang 'exposure standars' (standar kontak langsung). Ada batas aturan, perkiraan waktu pekerja dapat kontak langsung dengan bahan kimia selama hari kerja setiap minggu. Setiap bahan kimia mempunyai perbedaan terhadap exposure standars. Informasi tentang exposure standars dapat ditemukan pada MSDS.
Mengapa bahan kimia dapat berbahaya
·         Bahan kimia dapat terbakar atau memerihkan (iritasi) kulit, mata, hidung dan tenggorokan.
·         Bahan kimia dalam bentuk asap, uap, kabut, semprotan, debu, kukus dan cairan dapat terhirup atau terhisap menjadi radang paru-paru dan kulit. Bahan kimia beracun, dapat menyebabkan luka bakar, radang paru-paru, asthma, bronchitis, mati lemas  atau penyakit lainnya.
·         Bahan kimia dapat terminum atau terhisap kedalam usus menyebabkan keracunan, pingsan dan  sakit, bahkan kematian.
·         Bahan kimia dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan.

6) Alkohol dan penggunaan obat bius
Bila pekerja berada dalam kondisi stress bekerja, biasanya mempunyai masalah dirumah atau kekhawatiran lainnya, penyalah-gunaan alkohol, resep obat atau obat bius. Pekerja yang meminum atau menggunakan pengobatan atau obat bius akan mempengaruhi pekerjaan mereka sendiri dan bekerja dengan berisiko membahayakan diri sendiri dan orang disekitarnya.
Bekerja dengan perasaan tidak enak akibat pengaruh minuman keras sebelumnya atau dibawah pengaruh obat bius dan alkohol dapat menyebabkan kecelakaan. Hal itu dapat juga berpengaruh pada tanggapan atau respon seseorang untuk masalah keselamatan atau keadaan darurat.
Pusat kesehatan pada tempat kerja seharusnya menginformasikan tentang bahaya penggunaan sembarangan  obat bius, alkohol dan obat sejenis yang dapat mempengaruhi kesadaran seseorang. Ada petunjuk dan saran penting pada tempat kerja serta perlu diketahui juga untuk masyarakat,  yaitu melarang pekerja yang minum alkohol dan menggunakan obat bius.

7) Bahaya lain ditempat kerja
Tergantung pada sifat perusahaan dan tempat kerja, adanya variasi bahaya lain yang mungkin berpotensi menyebabkan cedera atau sakit. Beberapa bahaya yang nyata diantaranya adalah :
Area gudang                   - truk forklift (alat pengangkat)
Bengkel mesin               - pencahayaan/penglihatan
Konstruksi                       - berlebihan panas,  berlebihan dingin, atau ketinggian
Kelistrikan/elektronik - kena sengat listrik

3. TATA LAKSANA INDUSTRI
Banyak kecelakaan tidak dapat dihindari pada tempat kerja, karena pekerja dan perusahaan tidak memberikan perhatian pada tata laksana yang baik.
Pelaksanaan tata laksana industri yang baik dapat membuat tempat kerja aman. Tata laksana industri berarti menata semua tempat kerja seperti; area gudang, ruang kerja, tempat produksi dan jalan masuk agar bersih, rapi dan dalam kondisi baik; sehingga kecelakaan, cedera dan kebakaran tidak terjadi.
a. Kegiatan Tata Laksana.
Mengapa tata laksana industri seharusnya dilakukan dengan baik ?, sebab dapat :
·         Memperkecil kecelakaan dan cedera yang terjadi di pekerjaan.
·         Risiko kebakaran  berkurang.
·         Pekerja lebih merasa aman bekerja.
·         Tempat kerja menjadi lebih efesien.
·         Meningkatkan produktivitas.
Tata laksana yang baik seharusnya bagian dari rutinitas harian. Rancangan tempat kerja yang baik, sistim keamanan kerja, pelatihan yang tepat dan supervisi pekerja, membuat kemungkinan tata laksana dilakukan dengan efisien.
Perawatan mesin dan peralatan yang tepat, fasilitas gudang, pakaian pelindung dan perlengkapan juga bagian penting dari tata laksana yang baik. Pemeriksaan keselamatan berkala dari tempat kerja seharusnya dilakukan dan daftar tugas tata laksana seharusnya dijaga untuk meyakinkan tata laksana dilakukan sebagaimana mestinya.
Berikut ini adalah daftar hal yang utama dari tata laksana yang seharusnya diperiksa pada tempat kerja :
·         Tempat kerja dan seluruh area kerja dijaga kebersihannya;
·         Tempat kerja, toilet, ruang istirahat dan area ruang makan harus memenuhi standar kesehatan (hygenic);
·         Area kerja punya penerangan dan ventilasi yang baik;
·         Jalan masuk seperti gang, jalan terusan, tangga dan jalan yang landai dijaga kebersihan dari rintangan dan sampah;
·         Jalan masuk dengan jelas ditandai dengan batas kuning, putih, biru dan atau garis merah;
·         Lantai dan permukaan lainnya bersih dan kering dengan tidak ada bukti tumpahan, gemuk dan kotoran;
·         Stop kontak, tombol dan saluran tenaga listrik dalam kondisi baik;
·         Saluran listrik jangan bersentuhan dengan permukaan yang basah atau merintangi jalan masuk;
·         Bahan dan hasil produk ditumpuk atau disusun dengan rapi;
·         Peralatan dan perlengkapan disimpan pada rak dan laci;
·         Barang-barang yang berbahaya seperti bahan kimia dan bahan yang mudah terbakar (yang mudah dimakan api) disimpan dengan aman dalam lemari tahan api (flameable);
·         Barang bekas dan sampah di tempatkan pada tempat sampah dan dibuang;
·         Gambar simbol keselamatan kerja, tanda peringatan dan tanda alarm dalam keadaan bersih dan mudah dilihat;
·         Pintu darurat dan perlengkapan dibuat dengan jelas dan mudah dicapai;
·         Peralatan pemadam kebakaran dalam keadaan siap pakai;
·         Papan pengumuman terbaru;
·         Bahan bekas mudah terbakar diletakkan dalam kotak tertutup dan dibuang dengan aman;
Tata laksana yang baik termasuk penyimpanan bahan dengan tepat, seperti pada daftar diatas.

b. Penyimpanan Bahan
Bahan harus disimpan dengan aman sehingga bahan tidak rusak atau membahayakan orang. Penyimpanan bahan secara sembarangan sangat berbahaya. Debu, sampah dan sisa pembuangan dapat diletakkan jauh dari gudang bahan dan bahaya api. Bahan yang ditumpuk tidak teratur bisa jatuh, sehingga merusak bahan dan membahayakan pekerja.
Beberapa hal penting penyimpanan bahan adalah :
·         Seharusnya mudah bagi pekerja, forklifts dan peralatan penanganan mekanik seperti trolleys (kereta) dan drumlifters untuk bergerak didalam dan sekitar area gudang.
·         Bahan dapat disimpan pada rak, laci, dan kotak-kotak.
·         Fasilitas penyimpanan khusus, seperti lemari tahan api dan kaleng/teromol keamanan, diperlukan untuk barang-barang yang berbahaya.
·         Bahan kimia, secara jelas ada label dan disimpan ditempat yang aman yaitu kering, ventilasi baik, area jauh dari pekerja.
·         Jenis bahan kimia seharusnya dipisahkan.
·         Batas tingkatan Asap, debu dan radiasi seharusnya dimonitor pada lokasi gudang dan pada area kerja.
·         Bau yang menyengat, gumpalan awan dan debu dari asap seharusnya diselidiki.

C. Gambar Simbol Keselamatan Kerja
                    



Gambar simbol keselamatan adalah tanda yang ditampilkan pada tempat kerja untuk :
·         Tanda Larangan / Pencegahan kecelakaan ; Gambar lingkaran dengan diagonal merah diatas warna dasar putih. Contoh; dilarang merokok. 
·         Tanda Peringatan bahaya keselamatan dan kesehatan kerja; Berbentuk segi tiga dengan warna hitam diatas warna dasar putih. Contoh; mudah terbakar  atau  awas api 
·         Tanda Pemberitahuan /Tempat  perlengkapan keadaan darurat tersimpan; Berbentuk segi empat , Contoh; tempat PPPK
·         Tanda Perintah/Pemberitahuan kepada pekerja dimana perlengkapan keselamatan khusus harus dipakai; Gambar putih diatas warna dasar biru. Contoh; gunakan kaca mata
Tanda-tanda ini mempunyai gambar diatasnya sehingga dapat diketahui apa maksudnya walaupun pekerja tidak bisa bahasa Inggris dengan baik. Ini penting bahwa setiap pekerja mengetahui tanda keselamatan tanpa ragu-ragu.
Manfaatkan gambar simbol keselamatan  untuk tempat kerja dari Departemen Tenaga Kerja untuk mempelajari semua standar tanda keselamatan yang dpergunakan ditempat kerja, seperti berikut ini :





4. POLUSI PADA INDUSTRI
Pada umumnya ada tiga bentuk polusi yang mempengaruhi pekerja pada tempat kerja di industri, yaitu  : Polusi dari serat (fiber) dan debu, polusi dari bahan kimia, dan polusi kebisingan. Pada bagian berikut dijelaskan masing-masing polusi dan pencegahannya.

a.      Polusi Dari Serat dan Debu
1) Penyebab polusi
Debu dapat ditimbulkan dari proses kerja seperti debu dari serat bahan gelas atau debu dapat masuk ketempat kerja karena di kirim yaitu melalui kantong tepung kimia. Debu partikel padat terbawa oleh udara.
Aerosol dapat  berupa cairan, gas atau partikel padat yang sangat halus disebarkan oleh udara. Aerosol mungkin datang dari semprotan cairan (cat aerosol), kandungan yang terbakar (peranan bahan bakar) atau asap, dimana tersebarnya partikel jelaga di udara.

2) Mengapa serat dan debu berbahaya :
·         Debu dan serat dapat terhisap kedalam paru-paru.
·         Beberapa debu mineral dapat menggores paru-paru dan menyebabkan penyakit
·         Alergi dan kesulitan bernafas dapat terjadi
·         Kanker dapat berkembang

3) Bagaimana bahaya dapat dicegah dan dikontrol :
·         Alat pembuangan gas (exhaust) dan ventilasi pembuangan dapat membuang debu dan serat partikel.
·         Serat mineral yang berbahaya seharusnya dapat diganti dengan yang aman.  
·         Penggunaan alat tangan dapat mengurangi debu dibandingkan alat listrik.
·         Alat listrik harus punya ventilasi pembuangan setempat yang pas.
·         Pekerja dapat melakukan pekerjaan yang bervariasi untuk mengurangi kontak secara terus menerus dengan debu dan serat.
·         Area kerja seharusnya terjaga kebersihannya untuk menghindari debu dan serat yang terbentuk.
·         Pembuangan serat seharusnya ditempatkan dalam kontainer yang bersegel. 
·         Pemantauan udara untuk melihat tingkatan serat seharusnya dilakukan; jika tingkatan serat diatas standar yang ditetapkan, tindakan harus segera diambil.
·         Masker seharusnya dipakai oleh pekerja yang kontak langsung dengan bahaya serat dan debu hingga tempat kerja dapat dibuat lebih aman.
·         Alat pernafasan diperlukan untuk penggunaan temporer atau dalam keadaan darurat.

b.  Polusi dari Bahan Kimia
Bahan kimia yang keras, bau yang tajam atau mempunyai warna tersendiri dan pemberian label yang jelas dapat menjadi peringatan kepada pekerja tentang apa zatnya. Tetapi hal tersebut tidak selalu mudah untuk mendeteksi polusi kimia lebih dini.

1) Beberapa cara polusi kimia menyerang secara perlahan pada pekerja :
·         Gas yang tidak berwarna atau tidak berbau dapat terbentuk pada ruang terbatas dan bisa menyebabkan mati lemas.
·         Uap dengan bau yang enak dapat membuat mabuk, sehingga berefek mematikan dalam beberapa menit.
·         Serbuk kimia yang ditangani bertahun-tahun dapat berefek jelek dikemudian hari, seperti kanker atau sakit liver kronis.
Maka dari itu jangan sembarangan jika menggunakan bahan kimia dalam proses kerja atau menanganinya. Jangan mengira tidak membahayakan; sebab bahan kimia tidak berbau, atau karena telah bekerja bertahun-tahun menggunakan bahan kimia dan belum pernah mencelakakan.
Pekerja seharusnya mengetahui aturan yang berhubungan dengan risiko bahan kimia yang digunakan, dengan mengikuti semua petunjuk yang dibolehkan untuk penggunaan bahan kimia. Peranan lembaran data keamanan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS) cukup penting. Adanya ahli K3 ditempat kerja yang dapat membantu untuk membaca dan memahami informasi pada MSDS, sangat bermanfaat  melindungi diri pekerja.

2) Langkah pencegahan dan pengontrolan polusi kimia :
·         Bila mungkin, hentikan penggunaan bahan kimia berbahaya ditempat kerja. Ganti bahan kimia dengan yang aman kandungan zatnya.
·         Menutupi proses kerja atau penyimpanan kontainer untuk kandungan bahan kimia (yaitu menutupi wadah, penanganan dari jauh/ pakai remote).
·         Sistim ventilasi industri dirancang dengan baik, agar dapat menghilangkan asap dan uap.
·         Udara ditempat kerja harus dimonitor dan semua udara kotor dinetralkan.
·         Pakaian dan perlengkapan pelindung seperti masker muka, alat pernafasan dan pelindung kepala (helm) dipakai hingga tempat kerja aman. Semua pelindung roda gigi harus sesuai standar yang aman.
·         Secara berkala kesehatan pekerja dimonitor.


3) Tumpahan, Bocoran dan sisa pembuangan
Tumpahan dan bocoran kandungan bahan kimia yang berbahaya harus selalu diperlakukan dengan cara yang tepat, sesuai penjelasan pada MSDS.

Beberapa alasan mengapa bocoran dan tumpahan bahan kimia harus diperlakukan dengan tepat :
·         Jika kandungan bahan kimia tumpah atau bocor, mengalir kedalam drainase, hal itu akan mengotori saluran air masyarakat.
·         Gas toxic secara ceroboh tertumpah keudara, dapat berefek pada kesehatan banyak orang di masyarakat.
·         Gas toxic dihasilkan dari bahan kimia yang terbakar, dapat menyebabkan kerusakan kulit dan gangguan pernafasan. Untuk waktu lama dapat terjadi gangguan kesehatan.
·         Ledakan cairan yang mudah terbakar pada pabrik yang terbakar dapat dengan serius membahayakan pemadam kebakaran dan wilayah hunian terdekat.
·         Pembuangan bahan kimia bekas harus dikontrol secara tepat. Pada MSDS diberikan petunjuk cara pembuangan yang harus diikuti sesuai peraturan.
Harus dipahami bahwa bekerja dengan bahan kimia meliputi tanggung jawab untuk melindungi semua masyarakat dari timbulnya bahaya. Potensi risiko untuk masyarakat biasanya dari sumber alami yang penting, seperti udara dan air.
Polusi harus dipertanggungjawabkan pada semua tempat kerja untuk memastikan bahwa standar keselamatan sesuai peraturan untuk melindungi pekerja dan masyarakat luas.
c.  Kebisingan
1) Sumber kebisingan
·         Setiap orang punya perbedaan pendapat tentang kapan kebisingan dianggap terlalu keras dan apa jenis kebisingan yang dapat diterima. Suara kendaraan bermotor konstan diterima orang disekitar kota,  secara berangsur-angsur menjadi biasa dengan tingkat kebisingan tersebut, sedangkan bagi orang-orang dari sekitar pinggiran merupakan suatu yang menyakitkan.
·         Memainkan musik keras dirumah, di jalan dan ditoko menyebabkan keluhan sejumlah besar orang, karena merasa terganggu. Undang-undang telah mengatur kontrol dan standar kebisingan yang diizinkan untuk mengatur orang-orang yang menimbulkan ketidak amanan  dan anti-sosial tingkat kebisingan.
·         Industri di banyak  tempat telah menjadi begitu bising sehingga hampir semua pekerja industri mengalami tingkat kebisingan yang berbahaya dari suara mesin pon, kompresor, dan kebisingan industri lainnya.
2) Tingkat kebisingan
Desibel (dB) adalah ukuran intensitas suara, sebagai perbandingan tingkat kebisingan adalah :
·         Pesawat terbang take off                                               180 dB
·         Melewati / ambang batas pendengaran                 130 dB  
·         Truk besar                                                                           120 dB
·         Disco                                                                                     110 dB
·         Kebisingan pabrik                                                           100 dB
·         Kebisingan jalan raya                                                     80 dB
·         Kebisingan kantor                                                           60 dB
·         Gemerisik daun                                                                20 dB
·         Sunyi sepi  (batas tidak dapat didengar)                0 dB
3) Mengatasi kebisingan.
Pada bagian berikut ini dijelaskan empat cara dasar untuk mengatasi kebisingan :
·         Perencanaan tata ruang yang baik
·         Penggunaaan bahan bangunan dan akustik yang tepat
·         Pembuatan penyekat atau bagian pembendung
·         Penggunaan getaran suara  

5. KESELAMATAN PRIBADI
Semua pekerja perlu menyadari keselamatan pribadi mereka ditempat kerja. Keselamatan pribadi ditempat kerja dapat terjamin dengan dihindarinya faktor bahaya sebelum menyebabkan cedera. Bila bahaya tidak dapat dihindari langkah yang harus diambil adalah mengurangi risiko cedera. Perlengkapan dan pakaian pelindung harus selalu dipakai untuk keselamatan ditempat kerja, atau khususnya saat perawatan dan situasi darurat.
a. Tindakan Keamanan Kerja
Banyak aktivitas berikut yang menjadi pertimbangan untuk bekerja dengan aman
·         Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan;
·         Melakukan pekerjaan yang tidak dilatih untuk dilakukan;
·         Melakukan pekerjaan yang keterampilannya atau kewenangan tidak dipunyai;
·         Tidak memperhatikan aturan keselamatan sebab menurut pribadi hal itu menjadi penghambat dalam melakukan pekerjaan.
·         Melakukan pekerjaan selalu dengan cara sendiri, walaupun metoda bekerja dengan aman telah dikembangkan.
·         Mengambil jalan pintas dalam melaksanakan, walaupun jalan pintas tersebut melanggar petunjuk prosedur bekerja yang aman.
·         Tidak menggunakan alat pengaman walaupun diperlukan waktu mengerjakan pekerjaan.
Jadi jelaslah bahwa semua aktivitas tersebut tidak aman dan sangat potensial menimbulkan bahaya.

Ini adalah daftar untuk bekerja dengan aman. Hal berikut ini seharusnya dipelajari dengan seksama dan dipraktikan secara rutin.
·         Pikirkan tentang apa yang dapat terjadi sebelum melakukannya.
·         Jangan melakukan sesuatu yang dapat melukai diri sendiri atau orang lain.
·         Ikuti aturan dan petunjuk keselamatan dan kesehatan kerja.
·         Ketahui tanda peringatan dan pahami maksudnya dan lakukan seperti yang disarankan.
·         Laporkan praktik kerja dan situasi yang diperkirakan tidak aman.
·         Laporkan kesalahan atau peralatan dan perlengkapan yang tidak aman.
·         Selalu mengunakan peralatan dan perlengkapan dengan benar untuk melakukan pekerjaan.
·         Laporkan semua kecelakaan dan cedera sekecil apapun jika kemungkinan terjadi.
·         Jangan melakukan sesuatu yang belum dilatih, tidak punya keterampilan atau kewenangan melakukannya.
·         Kerja sama dan partisipasi dalam program ini membuat tempat kerja aman.
·         Berikan gagasan tentang bagaimana mesin, perlengkapan dan praktik kerja dapat dibuat aman.

b. Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja serta Program di Tempat Kerja
1)  Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja
Perlengkapan dan pakaian pelindung digunakan untuk melindungi pekerja dari kontak langsung dengan bahan kimia atau perantaranya yang dapat membahayakan kesehatan.
·         Pelindung telinga : Pelindung telinga atau sumbat melindungi pendengaran dari bahaya tingkat kebisingan. Bentuk pelindung pendengaran, sesuai untuk tempat kerja dan pekerjaan, dan seharusnya dipilih berdasarkan ukuran tingkat kebisingan pada lokasi kerja.
·         Pelindung mata : Kaca mata, kaca pengaman, perisai muka dan helm dapat melindungi sensitif area mata dari kerusakan. Kaca plastik yang tahan tumbukan dan perisai muka akan melindungi dari pecahan yang beterbangan serta perisai tahan zat kimia diperlukan ketika menangani bahan kimia. Masker las dipakai dengan benar untuk pengelasan. Masker las dan perisai seharusnya tidak berkabut.
·         Pelindung kulit : Sarung tangan pengaman dan krim pelapis melindungi kulit dari kerusakan dan menahan peresapan bahan kimia kedalam tubuh.
Pakaian kerja dari kulit atau metalik cocok melindungi seluruh tubuh dan jas kerja digunakan untuk melindungi badan. Pakaian harus di pas dengan baik.
·         Pelindung pernafasan : Penutup muka, saringan udara dan alat pernafasan dengan pembersih udara digunakan untuk melindungi paru-paru dan sistim pernafasan. Alat pernafasan harus dipaskan secara perorangan dan dipilih sesuai kondisi tempat kerja. Penyaring yang benar diperlukan pada alat pernafasan, tergantung apakah pekerja kontak dengan bahan kimia, debu, serat atau jenis kotoran lainnya. Alat pernafasan seharusnya diperiksa setiap waktu sebelum digunakan. Alat pernafasan  seharusnya diperiksa secara tetap untuk kebersihan umumnya dan khususnya kerusakan katup, lembaran penutup, seal, peluru, tali pengikat dan penjepit. Alat ini harus dibersihkan sesudah digunakan untuk menghindari penularan dan disimpan pada kantong plastik tertutup.
·         Pelindung kaki : Sepatu boot (safety boots) melindungi kaki
·         Pelindung kepala : Jaring rambut dan penutup, menjaga rambut pada tempat kerja sehingga tidak membahayakan.
·         Tempat lemari uap (fume cabinets), pancuran air untuk keselamatan (safety showers) dan pencuci mata darurat (emergency eye wash) juga disediakan sebagai penjagaan pertama dalam kasus kegagalan pelindung. Pakaian pelindung, perlengkapan (seperti alat pernafasan dan lemari uap) dan fasilitas dasar pertolongan pertama seharusnya tersedia ditempat kerja.

2) Program Perlengkapan dan Pakaian Pelindung Pekerja di Tempat kerja
Perlengkapan dan pakaian pelindung ditempat kerja selalu diprogram agar benda tersebut secara pasti dipergunakan untuk mengoptimalkan faktor keselamatan.
Berikut ini hal penting sebagai pertimbangan :
·         Benda-benda pelindung penggunaannya harus sesuai dengan persyaratan pekerjaan seteliti mungkin. Untuk contoh, penggunaan alat pernafasan dengan saringan debu tidak akan melindungi pekerja yang menangani bahan kimia.
·         Benda-benda pelindung seharusnya sesuai dengan persyaratan standar yang berlaku
·         Pekerja seharusnya dilatih secara benar dalam penggunaan dan perawatan perlengkapan dan pakaian pelindung.
·         Perlengkapan perlu dirawat sebagaimana mestinya : yaitu disimpan dengan aman dan dijaga kebersihan  serta direparasi dengan baik.
·         Semua perlengkapan dan pakaian pelindung harus dipakai sebagaimana mestinya; untuk contoh, alat pernafasan dan pelindung telinga perlu tertutup dengan rapat dan sesuai tubuh sehingga terpakai dengan baik.
·         Kenyamanan pekerja menggunakan perlengkapan dan pakaian adalah penting; berarti ketidaknyamanan atau ketidakcocokan dapat menyebabkan pekerja menolak menggunakan alat keselamatan.
·         Memonitor lingkungan tempat kerja dan memonitor kesehatan seharusnya dilakukan secara tetap untuk meyakinkan program perlindungan memadai.

c. Keselamatan dan Perlindungan Kebakaran
Bebarapa hal yang harus diketahui tentang kebakaran dan perlindungannya adalah :
1) Golongan Kebakaran
·       Api kelas A; kebakaran benda padat yang mengandung karbon; seperti papan, kertas, batu bara dan serbuk gergaji.
·       Api kelas B; kebakaran benda cair  mengandung bahan yang mudah terbakar seperti bensin, minyak cat, solar, dll.
·       Api kelas C;   kebakaran bahan gas yang mudah terbakar seperti asitelin, LPG.
·       Api kelas D;   kebakaran dari bahan logam
·       Api kelas E;   kebakaran kelistrikan dan meliputi perlengkapannya.
2) Bahan dasar untuk pemadam kebakaran :
·         Air  - di cat merah
·         Karbon dioksida (CO2) - di cat merah dengan adanya pita hitam
·         Cairan uap BCF (Bromo Chloro di  Fluoromethane) - di cat kuning
·         Busa - di cat biru
·         Serbuk kering - di cat merah dengan adanya pita putih.
3) Penggunaan bahan /alat pemadam
Untuk kebakaran kelas A, gunakan :
·            Pasir, air jika tidak dekat aliran listrik
Untuk kebakaran kelas B, gunakan :
·            BCF, Busa, Karbon dioksida atau Busa kering
Dilarang menggunakan air untuk memadamkan kebakaran bahan cair!
Untuk kebakaran kelas C, :
·            Alat pemadam kebakaran untuk bahan gas yang mudah terbakar, seharusnya dijaga agar tabung gas tetap dingin dengan menggunakan air pakai selang atau alat pemadam, dan bila mungkin matikan suplai (kiriman) gas.
Untuk kebakaran kelas D, gunakan :
·            Serbuk kering - di cat merah dengan adanya pita putih 
Untuk kebakaran kelas E, gunakan :
·            BCF, Karbon dioksida, Bahan kimia kering.
Jika mungkin, pertama matikan sumbertenaga.
Jangan mengunakan air atau busa pemadam untuk kebakaran kelistrikan.


4) Mengenal Alat Pemadam Portable
Alat pemadam portable (yang mudah dipindah) biasanya mudah ditempatkan pada tempat rawan kebakaran. Adapun jenis dan simbol pada tabungnya adalah sbb. :
·         Tabung bersimbol huruf A terletak dalam segi tiga warna hijau, dipakai untuk kebakaran kelas A (kebakaran bahan padat  mengandung karbon)
·         Tabung bersimbol huruf B terletak dalam persegi panjang warna merah, dipakai untuk kebakaran kelas B (kebakaran bahan cair mudah terbakar)
·         Tabung bersimbol huruf C terletak dalam lingkaran warna biru, dipakai untuk kebakaran kelas E (kebakaran kelistrikan)
·         Tabung bersimbol huruf D terletak dalam bintang warna kuning, dipakai untuk kebakaran kelas D (kebakaran bahan logam)
Pelat identifikasi alat pemadam kebakaran.
5) Kesiapan menghadapi kebakaran
Semua bahan yang mudah terbakar harus dinamai, disimpan dan ditangani sebagaimana mestinya. Secara tetap latihan pemadaman seharusnya dilaksanakan sehingga pekerja terbiasa dengan prosedur keselamatan kebakaran dan mengetahui apa yang dilakukan jika terjadi kebakaran.  Adapun yang diperlukan adalah :
·         Pahami prosedur pencegahan kebakaran dimana anda bekerja - petugas keadaan darurat, prosedur pengungsian. Semua pekerja seharusnya mengetahui prosedur untuk pengungsian darurat dan dimana pintu keluar . 
·         Ketahui tempat semua perlengkapan untuk menghadapi kebakaran.
·         Pelajari tempat semua alarm (sirine) kebakaran.
·         Mampu menggunakan peralatan dan mengikuti latihan kebakaran dengan keyakinan.
·         Menjaga peralatan menghadapi kebakaran dan rute jalan keluar bebas dari hambatan.
·         Menjaga jalan masuk untuk tangga dan perancah/penyangga (scaffolding) bebas, dimana jalan ketangga tidak terhalang.

6) Pengkondisian alat pemadam kebakaran
Secara lengkap peralatan pemadam harus terjaga dan mudah diambil. Menurut peraturan, alat pemadam harus dinamai dan dirawat sebagaimana mestinya.
·         Jaga alat pemadam kebakaran dari pengaruh panas dan dingin yang ekstrim (perbedaan yang mencolok).
·         Jangan pernah mengembalikan alat pemadam kebakaran setelah digunakan ketempatnya, sebelum dinamai dan diisi kembali.
·         Pastikan berfungsinya alat pemadam kebakaran, dan segera ditempatkan dengan seksama pada tempat yang mudah diraih agar dapat melayani reaksi bahaya kebakaran.

7) Menghadapi kebakaran
Jika kebakaran terjadi, segera lakukan tindakan yang tepat  dan segera keluar, kurangi bahaya untuk kehidupan dan jaga kerusakan agar minimum.
Jika menemukan kebakaran, ingat enam langkah KESELAMATAN ini :
·         Bunyikan alarm  segera
Beberapa menit pertama setelah kebakaran mulai, adalah vital untuk mengontrolnya
 
·         Beritahu pasukan pemadam kebakaran
Yang terbaik pasukan pemadam datang ketika api masih terkontrol dibandingkan setelah api besar tidak terkontrol
 

·         Beritahu setiap orang untuk mengamankan
Seseorang menyaksikan pasukan pemadam dapat langsung memadamkan api tanpa menunda
 
·         Hadapi kebakaran dengan peralatan yang tersedia
Kebakaran kecil dapat segera dikontrol
 
·         Mengungsi jika perlu
Kebakaran besar bisa membahayakan hidup
 
·         Jangan memasuki kembali gedung yang sedang terbakar
Asap dan gas didalam gedung yang sedang terbakar adalah berbahaya dan sering mematikan
 

Catatan:       Ketika bocoran gas terbakar, jangan coba untuk memadamkannya sebelum kebocoran dihentikan.

d. Prosedur Pengungsian Darurat
Situasi darurat di tempat kerja memungkinkan semua orang di area kerja atau seluruh pabrik mengungsi. Pencemaran udara di pabrik dari kebocoran gas, kebakaran, ancaman bom atau keadaan darurat di sekitar lokasi pabrik berada, dapat dan diharuskan setiap orang  meninggalkan pabrik segera.
Pabrik mempunyai prosedur pengungsian yang diperlukan pekerja untuk bertindak berdasarkan peringatan suara sirene, dan untuk diikuti perintahnya dengan cara seksama, sesuai persetujuan rencana pengungsian. Latihan pengungsian secara tetap harus dilakukan, sehingga pekerja memahami tentang peringatan sirene dan rencana tindakan keadaan darurat.
e. Pertolongan Pertama
Para petugas PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) harus mengetahui kepada siapa, di mana, dan bagaimana harus bertindak memberikan pertolongan pertama. Pada umumnya bila korban ada didekat petugas PPPK, maka dapat langsung diberi pertolongan. Tetapi bila berada jauh, maka petugas PPPK harus memutuskan apakah mengirimkan dokter, ambulans, atau yang lain.
Selanjutnya, petugas PPPK melanjutkan tindakan-tindakan sebagai berikut :
·         Petugas PPPK memberikan laporan secara terperinci mengenai korban dan pertolongan pertama yang telah diberikan kepada dokter.
·         Mandor/Pengawas harus bertanggung jawab dan melaporkan kejadian yang dialami korban.
·         Untuk urusan selanjutnya ditangani oleh bagian adminstrasi.
·         Pimpinan atau atasan harus ikut menanggung dan memberikan keputusan untuk segera menyelidiki sebab-sebabnya.
Selain petugas PPPK, harus tersedia juga perlengkapan pertolongan pertama lain atau obat-obatan yang disimpan dalam kotak PPPK,  misalnya :
·         kapas;
·         obat luka baru, perubalsem; dan
·         borwater, pembalut luka, tensoplas, dan obat-obatan lain.
D samping kotak PPPK, slogan atau poster perlu juga sebagai alat bantu untuk mengingatkan pekerja pada waktu bekerja.
Walaupun tindakan pertolongan pertama tidak tercakup dalam modul ini, setiap orang seharusnya telah berlatih dasar-dasar pertolongan pertama.

Tugas

Istilah dan Ruang lingkup
1.       Sebutkan maksud tempat kerja dalam undang-undang Keselamatan Kerja tahun 1970
2.       Diskusikan apa saja ruang lingkup yang dicakup dalam undang-undang Keselamatan Kerja tahun 1970.
Persyaratan Keselamatan Kerja
1.  Dengan apa ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja,
2.  Buatlah daftar semua persyaratan keselamatan kerja
Pengawasan, Pembinaan dan Panitia K3
1.       Siapa saja yang melakukan  pengawasan terhadap undang-undang keselamatan kerja dan sejauh mana kewenangan masing-masing. Diskusikan tentang susunan dan tugas Panitia Banding.
2.       Apa saja kewajiban pembinaan pengurus terhadap tenaga kerja baru. Diskusikan  tugas pembinaan lainnya dari pengurus.
3.       Sebutkan fungsi Panitia K3, dan diskusikan susunan kepanitiaan K3 yang sebaiknya.
Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja serta Pengurus
1.       Diskusikan kewajiban dan hak tenaga kerja menurut undang-undang Keselamatan Kerja.
2.       Sebutkan kewajiban pengurus terhadap  dokumen undang-undang Keselamatan Kerja dan peraturan pelaksanaannya, terhadap gambar keselamatan kerja dan alat perlindungan diri untuk tenaga kerja.
Tata cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan
1.       Jelaskan tata cara pelaporan suatu kecelakaan kerja. Diskusikan dengan grup belajar anda tentang format laporan dan pengisiannya.
2.       Sebutkan prosedur pemeriksaan kecelakaan dan jenis pemeriksaan yang dilakukan. Diskusikan juga format-format laporan pemeriksaan.
                                        Penerapan dan Audit Sistem Manajemen K3
3.       Jelaskan ketentuan-ketentuan yang wajib dilakukan oleh perusahaan dalam penerapan Sistem Manajemen K3. Diskusikan dengan grup belajar anda.
4.       Sebutkan unsur-unsur audit Sistem Manajemen K3 dan diskusikan mekanisme pelaksanaan audit.
Jenis-jenis Bahaya di Tempat Kerja
1.  Apa jenis-jenis cedera, penyakit atau kesakitan yang dapat disebabkan oleh :
a)  Gerakan bagian peralatan ?
b)  Kebisingan ?
c)  Getaran ?
d)  Pencahayaan ?
e)  D e b u  ?
f)   Tekanan udara ?
g)  Penanganan manual dan pengangkatan ?
2.  Berikan contoh dari masing-masing bahaya bahan kimia, dan cedera/penyakit yang disebabkan oleh :
a) G a s
b) A s a p
c) Cairan
d) Zat berbahaya lainnya
3.  Seberapa bahaya psikologi yang bisa anda sebutkan ?
4.  Sebutkan seberapa bahaya biologi yang mungkin terjadi ditempat kerja, yang mungkin menimbulkan kasus.
Pencegahan Dan Pengontrolan Bahaya Sistim Kerja
1.       Mengapa sistim kerja yang aman termasuk rotasi pekerjaan ?
2.       Bicarakan dalam grup belajar anda tentang perancangan/mengatur kembali sistim pekerjaan yang anda lakukan, atau peralatan yang anda gunakan. Bagaimana  hal  itu dapat dilakukan .

Pencegahan dan Pengontrolan Bahaya Pemesinan, Kebisingan dan Penanganan Manual
·         Apakah ada beberapa praktik buruk yang digunakan pada tempat kerja anda ? Data hal tersebut dan diskusikan dengan grup belajar anda. 
·         Diskusikan dengan pembimbing dan grup belajar anda beberapa fakta bahaya pada pemesinan ditempat kerja anda. Bagaimana anda dapat menjamin bahwa bahaya dapat dicegah atau dikontrol.
·         Minta pembimbing untuk memutar video tentang kebisingan atau mengunjungi tempat kerja dan amati tentang kebisingan.
·         Apakah kebisingan suatu masalah ditempat kerja anda ?. Ada beberapa cara pemeriksaan efek kebisingan atau mengurangi kebisingan yang terlihat, yang digunakan ditempat kerja anda ?. Seharusnya itu dilakukan ?.
·         Diskusikan hal itu dengan pembimbing dan grup belajar anda. 
·         Diskusikan dengan grup anda semua perbedaan bentuk penanganan manual yang anda lakukan dalam minggu tertentu.
·         Minta pembimbing anda untuk menampilkan video tentang penanganan manual atau  berkunjung ke tempat kerja. Ada berapakah praktik buruk yang dilihat, digunakan ditempat kerja anda ? Yang mana ?
  • Diskusikan hal tersebut dengan grup anda, dan berikan saran cara untuk menghindarinya.

Pencegahan dan Pengontrolan Bahaya Kimia
Pembimbing anda akan menyajikan beberapa lembaran data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS) dari tempat kerja anda. Bicarakan dengan pembimbing dan grup belajar anda tentang zat apa yang dikandungnya, apa efeknya kepada kesehatan dan apa tindakan pengamanan yang dilakukan ketika menggunakannya.
Kerjakan dengan pembimbing dan grup belajar anda, untuk mendata semua cara berdasarkan pemikiran anda untuk pencegahan atau pengontrolan bahaya bahan kimia. Gunakan kategori berikut (lihat kembali bagian gagasan 'Pencegahan dan pengontrolan bahaya')
·         Mengeliminir bahaya
·         Cara bekerja yang aman dari bahaya
·         Prosedur dan sistim kerja yang aman
·         Penggunaan peralatan dan pakaian pelindung
·         Minta pembimbing anda memutarkan video tentang  penanganan bahan kimia atau mengunjungi tempat kerja dan amati tentang penanganan bahan kimia. Apa yang disarankan untuk peningkatan diarea tempat kerja anda ?
·         Diskusikan hal itu dengan grup belajar anda
·         Kerjakan dengan pembimbing dan grup belajar anda untuk mendata kemungkinan efek penyalah-gunaan obat bius atau alkohol pada tempat kerja anda.

Tata Laksana yang baik
·         Tanyakan pada pembimbing apakah perusahaan anda punya Daftar Pemeriksaan Keselamatan Kerja. Jika ada, tentukan area kerja di pabrik dan isi daftar untuk area tersebut dengan menandai Ya/Tidak dilaksanakan pada lembaran yang disediakan dan buatlah komentar yang sesuai.
·         Jika mungkin, kerjakan tugas ini  dengan rekan yang lain dalam grup belajar anda.
·         Jika perusahaan anda tidak mempunyai daftar, buatlah daftar tersebut dengan kerjasama grup.
Sekarang lihat video tentang tata laksana tempat kerja, atau kunjungi tempat kerja dan amati tentang tata laksana area produksi, bengkel atau area kerja lainnya. Diskusikan hasil pengamatan grup dan tuliskan beberapa hal dengan seksama dibawah judul berikut  ini :
·         Jalan masuk bersih
·         Tempat kerja rapi
·         Tangga
·         Alas kaki tepat
·         Oli tumpah

Penyimpanan Bahan
Bicarakan dengan rekan yang lain dalam grup belajar anda mengenai situasi berikut. Pada masing-masing kasus kecelakaan apa yang dapat terjadi dan apa yang seharusnya dilakukan pekerja untuk menghindari kecelakaan.
Tulis jawaban anda  !
·         Pekerja menggunakan trolley (kereta) untuk membawa beberapa bahan, tetapi tidak mengikuti jalur jalan yang telah ditandai.
·         Pekerja diberitahu bahwa beberapa kain lap yang telah di celupkan kedalam bahan pelarut terbentang diatas lantai area kerja.
·         Saluran tenaga listrik  dapat terletak melintasi permukaan yang lembab dengan aman, hal itu berbahaya jika melintasi jalur jalan atau gang.
·         Bahan kimia dapat dengan aman disimpan dalam lemari tahan api pada area kerja.
·         Tumpahan, gemuk atau sampah tergeletak di area kerja.
·         Alat bantu mekanik disimpan ditempat  yang mudah didatangi

Gambar Simbol Keselamatan Kerja
·         Manfaatkan Gambar Simbol Keselamatan untuk Tempat kerja dari Departemen Tenaga Kerja untuk mempelajari mengenai semua standar tanda keselamatan yang dipergunakan di tempat kerja.
·         Jika anda merasa percaya diri bahwa anda mampu mengidentifikasi semua tanda-tanda, tutup buku dan tulislah maksud dari masing-masing gambar simbol tersebut.
Polusi Serat Dan Debu Pada Lingkungan Industri
Tugas ini dicobakan hanya jika relevan dengan perusahaan anda. Cari data tentang partikel serat dan debu yang dihasilkan dari proses kerja dan atau bahan yang digunakan pada area kerja, termasuk bahan isolasi, pelapis dan pembungkus.
Identifikasi jenis debu dan serat, jika perlu minta penjelasan kepada petugas keselamatan dan kesehatan kerja tentang masalah kesehatan yang disebabkan oleh debu dan serat.
Lengkapi berikut ini, sebagai contoh yang telah dilakukan. Anda hanya perlu melakukan satu contoh untuk masing-masing area kerja.
contoh :
Kelistrikan : Debu atau Bahaya Serat
·         Jenis Polusi : Isolasi Serat mineral keramik yang jelek untuk isolasi panas.
·         Penyebab Bahaya : Penanganan yang jelek atau kontak langsung dengan partikel serat yang ada di udara.
·         Efek Kesehatan : Iritasi kulit, serangan asma atau kanker paru-paru.
 Elektronik : Debu atau Bahaya Serat
·         Jenis Polusi :
·         Penyebab Bahaya :
·         Efek Kesehatan :
 Pekerjaan Logam : Debu atau Bahaya Serat
·         Jenis Polusi :
·         Penyebab Bahaya :
·         Efek Kesehatan :
Plastik : Debu atau Bahaya Serat
·         Jenis Polusi :
·         Penyebab Bahaya :
·         Efek Kesehatan :
Perawatan Pabrik : Debu atau Bahaya Serat
·         Jenis Polusi :
·         Penyebab Bahaya :
·         Efek Kesehatan :

Pencegahan Dan Pengontrolan Polusi Bahan Kimia
Pada tugas ini anda perlu bicara kepada petugas keselamatan dan kesehatan kerja, pekerja dimasing-masing area berikut (yang relevan untuk pabrik anda) dan berkenaan dengan MSDS. Untuk masing-masing area kerja (relevan untuk perusahaan anda), pilih bahan kimia dan jelaskan hal berikut :
·         Hubungan bahaya kesehatan dengan kandungan bahan kimia;
·         Bagaimana menangani kandungan zat tersebut dengan aman;
·         Tindakan pengamanan untuk penggunaannya.
a. Elektronik : Bahaya Kimia
Data bahan kimia, gas, bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Elektronik.
1)      ………………………(nama kandungan bahan kimia)
·         Bahaya kesehatan :
·         Penanganan keselamatan, termasuk pembuangan sisa :
·         Tindakan pengamanan :
b. Pengerjaan Logam : Bahaya Kimia
Data bahan kimia, gas, bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Pengerjaan Logam.
1)      ………………………(nama kandungan bahan kimia)
·         Bahaya kesehatan :
·         Penanganan keselamatan, termasuk pembuangan sisa :
·         Tindakan pengamanan :
c. Plastik : Bahaya Kimia
Data bahan kimia, gas, bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Plastik.
1)      ………………………(nama kandungan bahan kimia)
·         Bahaya kesehatan :
·         Penanganan keselamatan, termasuk pembuangan sisa :
·         Tindakan pengamanan :

d. Perawatan Pabrik : Bahaya Kimia
Data bahan kimia, gas, bahan pelarut dan bahan campuran digunakan pada Perawatan Pabrik.
1)      ………………………(nama kandungan bahan kimia)
·         Bahaya kesehatan :
·         Penanganan keselamatan, termasuk pembuangan sisa :
·         Tindakan pengamanan :

Pencegahan dan pengontrolan polusi kebisingan
a.    Cari informasi tentang berapa tingginya tingkat kebisingan yang diizinkan pada pabrik.
·         Tingkat kebisingan yang diizinkan pada pabrik adalah :
b. Kunjungi pabrik dan tanyakan kepada pengurus keselamatan dan kesehatan kerja, berapa takaran kebisingan sehari-hari pada tempat atau pabrik tersebut.
·         Takaran kebisingan sehari-hari pada pabrik adalah :
c. Temukan dari pihak manajemen apa mereka punya rencana memperbaiki bahaya kebisingan   pada pabrik dan kapan mereka melakukan perbaikannya. Tulis jawaban anda disini.
·         Manajemen merencanakan perbaikan tingkat kebisingan oleh :
·         Perbaikan ini direncanakan untuk membuat :

Tindakan Keamanan Kerja
1. Dari tiga aktivitas berikut ini menunjukan cara dan  sikap kerja. Untuk masing-masing terangkan pendapat anda, dan kemungkinan apa yang dapat terjadi (kecelakaan apa?).
1)       aktivitas : Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan 
·         Bagaimana pendapat anda (Berbahaya atau tidak)
·         Kemungkinan kejadian?.
2)      aktivitas : Melakukan pekerjaan tanpa aturan keselamatan sebab aturan dianggap menghambat proses pekerjaan.
·         Bagaimana pendapat anda (Berbahaya atau tidak)
·         Kemungkinan kejadian?.
3)      aktivitas : Tidak menggunakan alat pengaman
·         Bagaimana pendapat anda (Berbahaya atau tidak)
·         Kemungkinan kejadian?.
2.  Berapa banyak aktivitas berikut yang menjadi pertimbangan bagi anda untuk bekerja dengan aman ?. Diskusikan dalam grup.
·         Sedang bekerja bercanda dengan pekerja lain termasuk mengganggu mesin atau alat pengaman;
·         Menarik perhatian sekitar dengan pura-pura berkelahi atau berkelakar dengan kasar;
·         Minum alkohol saat istirahat siang dan kemudian kembali bekerja pada mesin dengan merasa sedikit melayang atau gembira tidak terkendali;
·         Lari turun tangga dan terpeleset pada jalur tangga;
·         Menghilangkan tanda dilarang merokok di toilet atau area lain yang dilarang merokok.
·         Merasa jemu dengan pekerjaan atau dengan supervisor sehingga melakukan sabotase terhadap peralatan atau mesin sehingga sesuatu berjalan lambat.
 Untuk masing-masing terangkan mengapa hal itu berbahaya dan apa kecelakaan / cedera yang ditimbulkannya.

Perlengkapan dan Pakaian Pelindung serta Program di Tempat Kerja

1. Sebutkan  masing-masing alat perlengkapan dan pakaian pelindung berdasarkan gambar berikut !
 



















Keselamatan dan Perlindungan Kebakaran
Anda mungkin perlu bantuan pengurus keselamatan dan kesehatan kerja atau petugas kepegawaian untuk melengkapi tugas berikut :
1)   Adakah pabrik anda mempunyai sistim 'sprinkler' otomatis jika terjadi kebakaran
YA  /  TIDAK
Jika ya, bagaimana pengaturan cara kerjanya ketika mulai kebakaran ?
2) Apa jenis alat pemadam yang digunakan untuk kebakaran awal dari kandungan bahan berikut ini :
·         Kesalahan pengawatan pada instalasi kelistrikan.
·         Gas LPG bocor
·         Kain lap masuk kedalam bahan pelarut
·         Kotak-kotak bekas pengepakan
3) Buatlah peta area kerja anda dan tanda penempatan alat pemadam kebakaran (dan jenis alat pemadam) dan pintu keluar. Ini adalah contoh dari apa yang seharusnya dibuat.


Gambar denah


Petunjuk :
Anda mungkin perlu bantuan perwakilan keselamatan dan kesehatan kerja atau petugas kepegawaian untuk melengkapi tugas berikut :
1)       Adakah lebih dari satu jenis sirene atau suara tanda peringatan ditempat kerja anda untuk keadaan darurat ?
                                                                                YA  /  TIDAK
2)      Jika ya, berapa banyak jenis tanda peringatan yang ada dan apakah maksud masing-masingnya ?
3)      Ketika anda mendengar suara tanda peringatan apa yang harus anda lakukan ?
Jelaskan langkah per langkah.
4)      Siapa pengawas kebakaran dan / atau keadaan darurat di area kerja dan / atau di pabrik ?
5)      Apa tugas pengawas untuk keadaan darurat ?

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK)
1)       Tanda atau simbol PPPK adalah ?.
2)      Apa saja tindakan utama dalam  pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan.
3)      Apa saja isi Kotak PPPK  ?.

Mengapa ini penting ?

Keselamatan dan kesehatan  anda serta yang lainnya, tergantung atas diketahuinya tanggung jawab anda, dan apa yang dilakukan tentang masalah keselamatan dan kesehatan yang timbul.
Anda juga perlu mengetahui langkah-langkah apa yang dilakukan jika anda atau yang lainnya mempunyai permasalahan di tempat kerja.
Falsafah Keselamatan Kerja


 

“Menjamin keadaan, keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan budayanya, tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada khususnya”.

Sasaran Keselamatan kerja:
1.       Mencegah terjadinya kecelakaan.
2.       Mencegah timbulnya penyakit akibat/pekerjaan
3.       Mencegah/mengurangi kematian
4.       Mencegah/mengurangi cacat tetap
5.       Mengamankan material, konstruksi, pemakaian, pemeliharaan bangunan-bangunan, alat-alat kerja, mesin-mesin, pesawat-pesawat, instalasi-instalasi dan sebagainya.
6.       Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produksinya.
7.       Mencegah pemborosan tenaga kerja, modal, alat-alat dan sumber-sumber produksi lainnya sewaktu kerja dan sebagainya,
8.      Menjamin tempat kerja yang sehat, bersih, nyaman, dan aman sehingga menimbulkan kegembiraan semangat dalam bekerja.
9.       Memperlancar, meningkatkan, dan mengamankan produksi, industri serta pembangunan.

Semua sasaran itu bertujuan meningkatkan taraf hidup (standard of living) dan kesejahteraan umat manusia.


Tata Cara Pelaporan Kecelakaan
Ø       Pengurus atau pengusaha wajib melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja dipimpinnya.
Ø       Kewajiban melaporkan berlaku bagi pengurus atau pengusaha yang telah dan yang belum mengikutsertakan pekerjaannya ke dalam program jaminan sosial tenaga kerja
Ø       Wajib melaporkan secara tertulis kepada Kepala Kantor Departemen Tenaga Kerja setempat dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam.
Ø       Penyampaian laporan dapat dilakukan secara lisan sebelum dilaporkan secara tertulis.
Pemeriksaan Kecelakaan
r         Setiap setelah menerima laporan kecelakaan dari pengurus atau pengusaha, Kepala Kantor Depnaker memerintahkan pegawai pengawas untuk melakukan pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan.
r         Kepala Kantor Depnaker berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan pada setiap akhir bulan menyusun analisis laporan kecelakaan dan menyampaikan kepada  Kakanwil Depnaker selambat-lambatnya tanggal 5 bulan berikutnya.
rKakanwil Depnaker berdasarkan analisis laporan kecelakaan menyusun analisis kecelakaan setiap bulan dan kepada  Menteri atau Pejabat yang ditunjuk.
rDirektur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan berdasarkan analisis laporan kecelakaan menyusun analisis laporan kekerapan dan keparahan kecelakaan tingkat nasional. 
Penerapan Sistem Manajemen K3
Untuk menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga kerja maupun orang lain yang berada di tempat kerja, serta sumber produksi, proses produksi dan lingkungan kerja dalam keadaan aman, maka perlu penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Bahaya di Tempat Kerja
Tujuan  :
·         Menggambarkan jenis-jenis bahaya di tempat kerja
·         Mengidetifikasi bahaya yang dapat menyebabkan kesalahan dan cedera pada tempat kerja anda, dan menjelaskan bagaimana bahaya dapat dicegah dan dikontrol.
·         Menjelaskan apa yang dimaksud dengan lembaran data keselamatan bahan (Material Safety Data Sheet / MSDS) dan bagaimana menggunakannya.
Mengapa ini penting ?
Semua pekerja perlu menyadari bahaya di tempat kerja, sehingga mereka dapat bekerja kearah pengurangan kecelakaan, cedera dan sakit.
Jenis-jenis Bahaya  :
1.       Bahaya Fisik :
·         Gerakan peralatan atau bagian mesin
·         Bising, getaran, pencahayaan, debu, tekanan udara
·         Penanganan manual dan pengangkatan
2.       Bahaya Bahan Kimia :
·         Gas, asap, cairan, dan zat berbahaya lainnya
3.       Bahaya Ergonomi :
·         Desain peralatan buruk atau tata letak yang salah
4.       Bahaya Radiasi :
·         Radiasi microwave
·         Cahaya laser daya tinggi
·         Pemanas infra-red daya tinggi
·         Sinar gamma dari zat radio aktif
·         Radiasi ultra violet dari matahari
5.       Bahaya Psikologi :
·         Stress, atau tidak senang pada pekerjaan
6.       Bahaya Biologi :
·         Inspeksi kuman, virus penyakit
Prinsip Pencegahan atau Pengontrolan Bahaya :
·         Bila mungkin, eliminir bahaya
·         Jika bahaya tidak bisa dieliminir, cari cara yang aman untuk mengerjakan
·         Pastikan prosedur dan sistim kerja yang aman
·         Gunakan peralatan dan pakaian pelindung  
Bahaya dan Pencegahan  :
·           Pengaturan Kerja
·           Gerakan Mesin
·           Pengaruh Kebisingan
·           Penanganan Manual
·           Reaksi bahan Kimia
·           Alkohol dan Penggunaan Obat Bius
·           Bahaya lain ditempat Kerja

Tata Laksana Industri
Tujuan  :
·         Menjelaskan apa maksud Tata Laksana Industri
·         Menjelaskan bagaimana tata laksana yang baik dapat membuat tempat kerja aman.
·         Menjelaskan bahaya apa yang dapat disebabkan oleh tata laksana yang buruk.
·         Menjelaskan apa maksud gambar simbol keselamatan kerja.

Mengapa ini penting ?

Banyak kecelakaan tidak dapat dihindarkan pada tempat kerja, terjadi karena pekerja dan perusahaan tidak memberikan perhatian pada tata laksana yang baik.  


Manfaat Tata Laksana Yang Baik  :
·         Memperkecil kecelakaan dan cedera yang terjadi di tempat kerja
·         Risiko kebakaran berkurang
·         Pekerja lebih percaya diri bekerja dengan aman
·         Tempat kerja menjadi lebih efesien
Beberapa Hal Penting Dalam Penyimpanan Bahan :
·         Mudah diambil dan diangkut
·         Bahan tersimpan pada rak, laci atau kotak masing-masing.
·         Barang berbahaya tersimpan pada tempat khusus yang aman
·         Bahan kimia diberi label dengan jelas, terpisah sesuai jenisnya dan disimpan pada tempat yang memenuhi persyaratan
·         Lokasi gudang dan area kerja selalu dimonitor batas tingkatan asap, debu dan radiasi. Bau yang menyengat, gumpalan awan dan debu dari asap harus diselidiki.

Contoh Gambar Simbol Keselamatan
                    



·         Tanda Larangan / Pencegahan kecelakaan ; Gambar lingkaran dengan diagonal merah diatas warna dasar putih. Contoh; dilarang merokok. 
·         Tanda Peringatan bahaya keselamatan dan kesehatan kerja; Berbentuk segi tiga dengan warna hitam diatas warna dasar putih. Contoh; mudah terbakar  atau  awas api 
·         Tanda Pemberitahuan /Tempat  perlengkapan keadaan darurat tersimpan; Berbentuk segi empat , Contoh; tempat PPPK
·         Tanda Perintah/Pemberitahuan kepada pekerja dimana perlengkapan keselamatan khusus harus dipakai; Gambar putih diatas warna dasar biru. Contoh; gunakan kaca mata

Polusi pada Industri
Tujuan  :
·         Menjelaskan istilah-istilah pada polusi.
·          Menjelaskan sumber-sumber polusi.
·         Menjelaskan cara pencegahan dan pengontrolan polusi.

Mengapa ini Penting ?

Banyak polusi yang terjadi pada industri dan menyebabkan terganggunya lingkungan dan membahayakan manusia dan habitat makhluk lainnya secara luas.  


Polusi pada Lingkungan Industri
·         Polusi dari serat (fiber) dan debu
·         Polusi dari bahan kimia
·         Polusi kebisingan 
Pencegahan dan Pengontrolan
Polusi pada tempat kerja industri utamanya disebabkan oleh timbulnya bahaya serat dan debu, kandungan kimia dan tidak amannya tingkat kebisingan.

Lima Prinsip Pencegahan dan Pengontrolan
dijelaskan pada unit 2 yaitu :
·         Lenyapkan
·         Ganti (bahan)
·         Kontrol
·         Prosedur dan sistim kerja yang aman
·         Perlengkapan dan pakaian pelindung.

Keselamatan Pribadi
Tujuan  :
·         Mengenalkan sikap aman dan tidak aman di tempat kerja.
·         Menggambarkan sikap, prosedur dan praktik kerja yang mungkin menyebabkan cedera diri sendiri atau orang lain.
·         Mendata cara yang dapat meminimalkan risiko dan cedera.
·         Mendata barang perlengkapan dan pakaian pelindung
·         Memilih dengan tepat alat pemadam kebakaran yang sesuai dengan jenis kebakaran/bahan yang terbakar.
·         Menjelaskan prosedur pengungsian tempat kerja dan pertolongan pertama pada kecelakaan.

Mengapa ini penting ?

Semua pekerja perlu menyadari keselamatan pribadi mereka di tempat kerja. Anda telah siap mempelajari bahaya yang ada di tempat kerja dan polusi yang mungkin timbul dari bahan kimia dan pemesinan. Sekarang anda akan belajar bagaimana anda dapat meminimalkan risiko untuk diri sendiri dari faktor tersebut.


Tindakan Keamanan Kerja
Aktivitas yang perlu dipertanyakan untuk bekerja dengan aman ?
·         Memodifikasi peralatan atau mesin tanpa kewenangan;
·         Melakukan pekerjaan yang tidak dilatih untuk melakukan;
·         Melakukan pekerjaan yang tidak punya keterampilan atau kewenangan;
·         Tidak memperhatikan aturan keselamatan sebab menurut pribadi hal itu menjadi penghambat dalam melakukan pekerjaan.
·         Melakukan pekerjaan selalu seperti cara sendiri, walaupun metoda bekerja dengan aman telah dikembangkan.
·         Mengambil jalan pintas ketika mengerjakan, walaupun jalan pintas melanggar petunjuk prosedur bekerja yang aman.
·         Tidak menggunakan alat pengaman walaupun diperlukan waktu mengerjakan pekerjaan.
Tindakan Bekerja dengan Aman
Daftar berikut ini seharusnya dipelajari dengan seksama dan dipraktikan secara rutin.
·         Pikirkan tentang apa yang dapat terjadi sebelum melakukannya.
·         Jangan melakukan sesuatu yang dapat melukai diri sendiri atau orang lain.
·         Ikuti aturan dan petunjuk keselamatan
·         Ketahui tanda peringatan dan pahami maksudnya dan lakukan seperti yang ditunjukan.
·         Laporkan praktik kerja dan situasi yang diperkirakan tidak aman.
·         Laporkan kesalahan atau peralatan dan perlengkapan yang tidak aman.
·         Selalu mengunakan peralatan dan perlengkapan dengan benar untuk pekerjaan yang dilakukan.
·         Laporkan semua kecelakaan dan cedera sekecil apapun jika kemungkinan terjadi.
·         Jangan melakukan sesuatu yang belum dilatih, tidak punya keterampilan atau kewenangan melakukannya.
·         Kerja sama dan partisipasi dalam program ini membuat tempat kerja aman.
·         Berikan gagasan tentang bagaimana pemesinan, perlengkapan dan praktik kerja dapat dibuat aman.
Perlengkapan dan Pakaian Pelindung



 









Keselamatan dan Perlindungan Kebakaran

Tabel Golongan Kebakaran dan Bahan Pemadam

Golongan
Kebakaran

Kebakaran mengandung

Bahan/alat pemadam
Kelas A
Bahan padat mengandung karbon; seperti papan, kertas, batu bara dll.
Air (tabung warna merah)
Kelas B
Bahan cair yang mudah terbakar seperti bensin, minyak cat , solar , dll.
BCF (kuning), Busa (biru), CO2 (merah/ dengan pita hitam, Busa/bahan kimia  kering (merah/ dengan pita putih
Kelas C
Bahan  gas yang mudah terbakar seperti asitelin, LPG
-Jaga tabung gas tetap dingin dengan menggunakan air pakai selang atau alat pemadam
 -Matikan suplai (kiriman) gas.
Kelas D
Bahan logam
Serbuk kering (merah/ dengan pita putih) 
Kelas E
Bahan kelistrikan dan perlengkapannya.
BCF (kuning), CO2 (merah/ dengan pita hitam, Busa/bahan kimia  kering (merah/ dengan pita putih)

Enam Langkah Keselamatan  Menghadapi Kebakaran :
                                                1.                                                                                             2.


 







                                                3.                                                                                            4.






 





                                                5.                                                                                            6.








Catatan:               
Ketika bocoran gas terbakar, jangan coba untuk memadamkannya sebelum kebocoran dihentikan.

Ringkasan

Keselamatan dan kesehatan kerja, kebakaran dan prosedur pengungsian keadaan darurat tidak dapat dianggap enteng. Anda tidak dapat menunggu terjadinya masalah dan kemudian baru memutuskan bagaimana menanganinya. Berdasarkan tempat kerja anda kembangkan prosedur dan tetapkan petugas sebagai ahli pertolongan pertama, pengawas kebakaran, perwakilan keselamatan dan kesehatan kerja dan lainnya. Yakinkan anda mengetahui prosedur yang tepat untuk tempat kerja anda, dan siapa yang ditunjuk sebagai petugas.

Catatan  :
Walaupun tindakan pertolongan pertama tidak diuraikan dalam unit ini, setiap orang seharusnya telah berlatih dasar-dasar pertolongan pertama.


About Me

My Photo
BATAM, Kepulauan Riau, Indonesia
salah satu blog yang bergerak dalam bidang IT,dipeopori oleh seorang anak SMK Negeri ....

Recent Download